Berita Terbaru
90 Mustahik Terima Bantuan Usaha, Perempuan Jadi Bagian Besar Penerima Program BAZNAS
GORONTALO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan Latihan Dasar Kelompok (LDK) sekaligus menyerahkan bantuan tambahan modal usaha kepada 90 mustahik melalui program pemberdayaan ekonomi. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor BAZNAS Provinsi Gorontalo, Rabu (4/11/2026), dengan penerima manfaat yang tersebar di 6 kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Prov Gorontalo dalam mengoptimalkan pengelolaan dana zakat melalui program pemberdayaan ekonomi produktif. Tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, BAZNAS Prov Gorontalo juga membekali para mustahik dengan pengetahuan, motivasi, serta strategi dasar berdagang agar bantuan yang diterima dapat dikelola dan dikembangkan secara optimal.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo H. Hamka Arbie bersama Wakil Ketua memberikan sambutan sekaligus penguatan kepada para penerima manfaat. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya membangun semangat berwirausaha, mengelola modal dengan baik, memahami kebutuhan pasar, serta menjaga keberlangsungan usaha agar mampu memberikan hasil yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, disampaikan pula bahwa sebagian besar permohonan bantuan usaha yang diajukan kepada BAZNAS Provinsi Gorontalo berasal dari kaum perempuan. Kondisi ini menunjukkan besarnya keterlibatan perempuan dalam menggerakkan perekonomian keluarga melalui usaha kecil dan perdagangan. Karena itu, program pemberdayaan ekonomi diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat peran perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga.
Sebanyak 90 mustahik yang berasal dari 6 kabupaten/kota menerima bantuan tambahan modal usaha. Bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa bahan natura atau barang kebutuhan usaha yang disesuaikan dengan jenis dan kebutuhan usaha masing-masing penerima manfaat. Penyaluran dalam bentuk barang ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara langsung untuk menunjang kegiatan usaha dan meningkatkan produktivitas para penerima bantuan.
Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo H. Hamka Arbie berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi dorongan bagi para mustahik untuk terus mengembangkan usaha yang telah dijalankan. Ia juga berharap agar bantuan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sesaat, tetapi benar-benar dikelola sebagai modal produktif yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi penerima dan keluarganya.
Melalui kegiatan LDK dan penyaluran bantuan tambahan modal usaha ini, BAZNAS Provinsi Gorontalo ingin memastikan bahwa program pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian bantuan semata, tetapi juga disertai pembinaan dan penguatan kapasitas penerima manfaat. Dengan demikian, para mustahik diharapkan semakin mandiri secara ekonomi, mampu mengembangkan usahanya, meningkatkan pendapatan keluarga, dan pada akhirnya memiliki kesempatan untuk bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki.
Program ini menjadi salah satu wujud nyata pemanfaatan zakat untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta menghadirkan kesejahteraan yang lebih luas di Provinsi Gorontalo.
BERITA04/11/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
BAZNAS Provinsi Gorontalo Jalin Kerja Sama dengan Tim Pembina Posyandu, Perkuat Sinergi Pemberdayaan Masyarakat dan Penurunan Stunting
GORONTALO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Gorontalo menjalin kerja sama dengan Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Sinergi Dukungan Program Posyandu dalam Pemberdayaan Masyarakat, Peningkatan Kesejahteraan Keluarga, dan Percepatan Penurunan Stunting melalui Penguatan Pelayanan Terpadu Enam Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Provinsi Gorontalo.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Posyandu Tingkat Provinsi Gorontalo yang berlangsung di Azlea Convention Center, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifah Fauzi, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, jajaran pemerintah daerah, serta Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo.
Perjanjian kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua pihak untuk membangun sinergi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan keluarga, memperkuat penyelenggaraan pelayanan Posyandu, serta mendorong percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Gorontalo.
Melalui kerja sama tersebut, BAZNAS Provinsi Gorontalo berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam mendukung berbagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sinergi ini juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya dalam mendukung program-program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyampaikan bahwa salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan Posyandu dapat dilihat dari kontribusinya terhadap penurunan angka stunting. Menurutnya, percepatan penurunan stunting akan lebih mudah diwujudkan apabila dilaksanakan secara terintegrasi dengan melibatkan seluruh sektor terkait.
“Saya berharap melalui pelaksanaan Rakorda ini, Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota dapat memberikan dukungan secara maksimal terhadap penguatan penyelenggaraan Posyandu. Dukungan tersebut juga diharapkan datang dari seluruh perangkat daerah dan lintas sektor yang memiliki tanggung jawab terhadap enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu,” ungkap Gusnar.
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifah Fauzi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo dan seluruh kader Posyandu atas dedikasi serta pengabdian mereka dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, Rakorda Posyandu menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarpemangku kepentingan agar penyelenggaraan Posyandu semakin optimal, terutama dalam mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Arifah menegaskan bahwa pencapaian tujuan pembangunan membutuhkan penanganan yang terpadu dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. Dengan demikian, berbagai program pembangunan dapat memberikan manfaat nyata dan menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
BAZNAS Provinsi Gorontalo berharap penandatanganan kerja sama ini tidak hanya menjadi bentuk kesepakatan antarlembaga, tetapi juga dapat diwujudkan melalui program-program kolaboratif yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Melalui sinergi bersama Tim Pembina Posyandu, BAZNAS optimistis kontribusi zakat, infak, dan sedekah dapat semakin diperluas dalam mendukung pemberdayaan keluarga, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta percepatan penurunan stunting di Provinsi Gorontalo.
Kerja sama ini sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang tidak hanya berfokus pada penghimpunan dan pendistribusian dana umat, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
BERITA03/11/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
BAZNAS Provinsi Gorontalo dan PTA Gorontalo Perkuat Kolaborasi untuk Perlindungan Perempuan dan Anak pascaperceraian
GORONTALO — BAZNAS Provinsi Gorontalo bersama Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Gorontalo memperkuat sinergi dalam upaya membantu perempuan dan anak yang terdampak perceraian serta mendukung penyelesaian persoalan wakaf. Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi kedua lembaga yang berlangsung di Aula PTA Gorontalo, Senin (26/10/2026).
Audiensi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan yang menghadapi persoalan ekonomi dan pendidikan pascaperceraian. Selain itu, pertemuan tersebut turut membahas dukungan terhadap penyelesaian persoalan itsbat wakaf guna memperluas akses masyarakat terhadap kepastian hukum.
Ketua PTA Gorontalo, Dr. Dra. Nur Djannah Syaf, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa pengadilan agama di wilayah Gorontalo menangani sekitar 3.000 perkara perceraian setiap tahun, dengan perkara cerai gugat sebagai jenis perkara yang paling dominan. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan persoalan hukum, tetapi juga keberlangsungan pendidikan anak dan kesejahteraan keluarga.
Melalui kolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Gorontalo, bantuan diharapkan dapat menjangkau perempuan dan anak yang memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat sesuai ketentuan pengelolaan zakat. Dukungan tersebut diharapkan mampu membantu pemenuhan kebutuhan dasar, menjaga keberlanjutan pendidikan anak, serta meringankan beban ekonomi keluarga yang terdampak perceraian.
Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo, H. Hamka Arbie, M.Hi., menyambut baik rencana penguatan kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergi antarlembaga diperlukan agar persoalan sosial dan keumatan dapat ditangani secara lebih terarah, dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurutnya, BAZNAS perlu mengambil peran lebih proaktif dalam mengidentifikasi masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai mustahik, sehingga penyaluran bantuan tidak hanya bergantung pada pengajuan proposal, tetapi juga didukung oleh identifikasi kebutuhan di lapangan.
Dalam audiensi tersebut, kedua lembaga juga membahas dukungan terhadap penyelesaian persoalan wakaf. Meskipun pengadilan memiliki mekanisme pembebasan biaya perkara atau prodeo, dukungan melalui kolaborasi program diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses yang lebih luas terhadap penyelesaian persoalan hukum terkait wakaf.
Sebagai tindak lanjut, PTA Gorontalo dan BAZNAS Provinsi Gorontalo merencanakan penyusunan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), yang selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama (PKS). Dalam rangka memperkuat sinergi tersebut, kedua pihak juga menyepakati pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan PTA Gorontalo, yang pengaturan dan pelaksanaannya akan dituangkan dalam PKS.
BAZNAS Provinsi Gorontalo berharap kesepakatan ini menjadi awal dari hubungan kelembagaan yang semakin erat dan berkelanjutan. Pembentukan UPZ di lingkungan PTA Gorontalo diharapkan dapat memperkuat penghimpunan zakat sekaligus mendorong partisipasi dalam pengelolaan ZIS secara terarah, amanah, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk terus memperluas sinergi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak yang terdampak perceraian serta masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam penyelesaian persoalan wakaf. Dengan kerja sama yang semakin kuat, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dan upaya mewujudkan kesejahteraan umat di Provinsi Gorontalo dapat berjalan lebih optimal.
BERITA26/10/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
Hadir di Rakornas BAZNAS 2026, BAZNAS Provinsi Gorontalo Paparkan Kinerja Positif dan Kunci Sukses Kolaborasi bersama Pemerintah Daerah
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Gorontalo turut ambil bagian dalam agenda nasional Rapat Koordinasi BAZNAS se-Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta pada 13 hingga 15 Oktober 2026. Mengangkat tema strategis "Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak", momentum ini dimanfaatkan secara optimal oleh Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo untuk memaparkan evaluasi kinerja, capaian penghimpunan dan penyaluran ZIS, serta praktik baik pengelolaan zakat di wilayah Gorontalo di hadapan para peserta dari seluruh tanah air.
Dalam pemaparannya, Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo H. Hamka Arbie, menyampaikan bahwa pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Provinsi Gorontalo terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan konsisten dari tahun ke tahun. Hal ini tercermin dari rekam jejak penghimpunan dana yang mencatatkan realisasi sebesar Rp28,75 miliar pada tahun 2023, kemudian naik menjadi Rp29,11 miliar pada tahun 2024, hingga menembus angka Rp30,71 miliar pada tahun 2025 dengan pertumbuhan 5,5 persen secara tahunan (year-on-year). Memasuki tahun 2026, penghimpunan hingga posisi Agustus telah mencapai Rp21,68 miliar atau sekitar 41 persen dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp52,88 miliar. Menghadapi sisa target sebesar Rp31,20 miliar di sisa tahun berjalan, BAZNAS Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk melakukan akselerasi pengumpulan dana guna menutup kesenjangan dan mencapai target akhir tahun secara optimal.
Tidak hanya berfokus pada penghimpunan, efektivitas penyaluran dana ZIS juga menjadi pilar penting yang terus dijaga keseimbangannya. Pada evaluasi kinerja tahun 2025, BAZNAS Provinsi Gorontalo membukukan realisasi pendistribusian dana sebesar Rp4,68 miliar (46 persen) dan pendayagunaan sebesar Rp3,51 miliar (35 persen). Komposisi ini mencerminkan laju eksekusi yang konsisten dalam menyeimbangkan antara pemenuhan kebutuhan dasar mustahik yang bersifat mendesak serta program pemberdayaan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo menyoroti sejumlah dinamika dan praktik baik di tingkat kabupaten yang menjadi motor penggerak lonjakan zakat di daerah. Salah satu capaian fenomenal terjadi di Kabupaten Boalemo, di mana berkat kepemimpinan dan komitmen kuat kepala daerah baru yang secara tegas menginstruksikan kewajiban pemotongan zakat penghasilan sebesar 2,5 persen bagi ASN pada setiap rapat OPD, penghimpunan ZIS melonjak drastis dari yang sebelumnya hanya Rp600 juta pada tahun 2024 menjadi Rp27 miliar pada tahun 2025.
Dukungan serupa juga ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo melalui evaluasi rutin kepatuhan setoran zakat OPD pada momen apel resmi disertai sanksi tegas bagi yang belum menunaikan kewajiban. Sementara itu, Kabupaten Gorontalo Utara berhasil memperkuat basis penghimpunannya dengan memperluas pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa dan masjid sebagai lumbung potensi zakat, infak, dan sedekah masyarakat. Berbagai capaian dan sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian kepala daerah dan penguatan kelembagaan akar rumput merupakan kunci utama dalam mewujudkan ekosistem zakat yang produktif, akuntabel, dan berdampak luas bagi kesejahteraan umat.
Menutup pemaparannya, Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo H. Hamka Arbie menegaskan bahwa forum koordinasi nasional ini menjadi landasan strategis untuk memperkuat konsolidasi gerakan zakat di seluruh wilayah Gorontalo. Ke depan, BAZNAS Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk terus mereplikasi keberhasilan kolaborasi dengan pemerintah daerah, memperluas jaringan UPZ hingga ke pelosok desa, serta mempercepat langkah penghimpunan dan penyaluran agar manfaat zakat semakin nyata dirasakan oleh para mustahik, selaras dengan visi bersama mewujudkan pengelolaan zakat nasional yang produktif, transparan, dan berdampak nyata bagi pengentasan kemiskinan.
BERITA14/10/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
Kemarau Berkepanjangan, BAZNAS Prov Gorontalo dan DMI Gorontalo Salurkan 250 Paket Sembako Tanggap Bencana di Bone Bolango
BONE BOLANGO, BAZNAS Provinsi Gorontalo – Menyikapi dampak kemarau berkepanjangan yang memicu krisis pangan dan menekan daya beli masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Gorontalo bergerak cepat melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Berkolaborasi erat dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Gorontalo, BAZNAS menyalurkan bantuan 250 paket sembako bagi keluarga prasejahtera yang terdampak kekeringan di Masjid Nurul Iman, Kabupaten Bone Bolango, Senin (05/10/2026).
Penyaluran bantuan logistik pangan ini dipusatkan langsung di masjid sebagai sentra penguatan sosial keumatan. Sebanyak 250 penerima manfaat menerima paket bahan pokok lengkap guna memastikan ketersediaan pangan keluarga tetap terjamin di tengah penurunan produktivitas lahan dan berkurangnya sumber mata pencaharian warga akibat musim kering yang belum berkesudahan.
Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo, H. Hamka Arbie, menegaskan bahwa pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah harus tanggap terhadap perubahan kondisi sosial masyarakat di lapangan, terutama dalam fase kedaruratan iklim.
"Kemarau panjang ini berdampak langsung pada dapur saudara-saudara kita yang rentan. Untuk itu, BAZNAS menyiapkan total 1.500 paket sembako yang didistribusikan secara merata di 6 kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo. Melalui BAZNAS Tanggap Bencana, kami hadir memberikan bantalan logistik cepat agar kebutuhan dasar pangan masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus memastikan dana amanah para muzakki menjadi solusi nyata di masa-masa sulit," tegas Hamka Arbie.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Harian DMI Provinsi Gorontalo, H. Hami Dude, menyampaikan apresiasi atas sinergi bersama BAZNAS yang menempatkan masjid sebagai basis kepedulian sosial dan penanganan dampak bencana kekeringan.
"Sinergi DMI dan BAZNAS membuktikan bahwa fungsi masjid tidak hanya sebatas tempat ibadah ritual, melainkan juga pusat peradaban yang peka terhadap penderitaan jamaah dan warga sekitarnya. Kami berharap bantuan sembako ini dapat meringankan beban hidup masyarakat di tengah cuaca ekstrem kemarau saat ini, memelihara ketahanan pangan keluarga, serta mempererat tali persaudaraan antarumat. Semoga ikhtiar ini mendatangkan keberkahan, membuka pintu rahmat agar hujan segera turun, dan memotivasi para dermawan untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan bersama BAZNAS," pungkas Hami Dude.
BERITA05/10/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
Gandeng Universitas Negeri Gorontalo, BAZNAS Prov Gorontalo Matangkan Rencana Peluncuran ZCorner dan Gerai Zakat di Kampus Sabilurrasyad
GORONTALO, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Gorontalo terus memperluas terobosan pemberdayaan ekonomi umat berbasis lingkungan pendidikan tinggi. Hal tersebut diwujudkan melalui pertemuan audiensi bersama Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng., guna mematangkan rencana pembukaan sentra kuliner mustahik bertajuk ZCorner di kawasan kampus, Kamis (10/09/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Rektor UNG tersebut membahas rencana pemanfaatan halaman Masjid Kampus UNG Sabilurrasyad sebagai pusat pengembangan ZCorner. Kawasan kuliner ini dirancang sebagai wadah usaha terpadu yang menyajikan ragam hidangan khas dan dikelola langsung oleh para pelaku usaha mustahik binaan BAZNAS, sehingga mampu menaikkan taraf pendapatan dan memandirikan ekonomi keluarga mereka secara berkelanjutan.
Inisiatif terobosan ini disambut positif oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, yang menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dan mendukung penuh realisasi program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas kampus tersebut.
"Kami sangat menyambut baik dan menyetujui program ZCorner yang ditawarkan oleh BAZNAS Provinsi Gorontalo. Kehadiran sentra kuliner binaan mustahik di lingkungan Masjid Sabilurrasyad tidak hanya menghidupkan ekosistem ekonomi mikro kampus yang higienis dan terjangkau bagi mahasiswa serta civitas akademika, tetapi juga sejalan dengan misi kampus dalam mendorong pengabdian sosial dan pengentasan kemiskinan," ungkap Eduart Wolok.
Program ZCorner sendiri merupakan hasil kolaborasi sinergis antara BAZNAS Republik Indonesia dan BAZNAS Provinsi Gorontalo. Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi produktif warga prasejahtera, titik ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas Gerai Zakat BAZNAS terpadu guna memberikan kemudahan layanan bagi dosen, tenaga pendidik, mahasiswa, hingga masyarakat umum dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, baik secara tunai maupun melalui kanal transaksi digital.
BERITA11/09/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
Perkuat Kemandirian 80 Pelaku Usaha Mikro, BAZNAS Prov Gorontalo Gelar LDK dan Salurkan Modal Ekonomi Produktif
GORONTALO, – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Gorontalo kembali mempertegas komitmennya dalam mentransformasi mustahik menjadi muzakki melalui penguatan sektor usaha mikro. Komitmen tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan Latihan Dasar Kelompok (LDK) sekaligus penyerahan simbolis bantuan modal usaha kepada 80 pelaku usaha penerima manfaat Program Ekonomi Produktif di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Provinsi Gorontalo, Kamis (10/09/2026).
Kegiatan pembekalan dan penyerahan modal ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Gorontalo secara lengkap, yakni Ketua H. Hamka Arbie, M.H.I., bersama Wakil Ketua I H. Hasan T. Aja, M.H.I., Wakil Ketua II Ismet Tuhala, Wakil Ketua III Irfan Akadji, M.M., serta Wakil Ketua IV H. Marzuki Pakaya. Program intervensi ini memadukan dukungan permodalan dengan edukasi manajemen usaha agar perputaran modal zakat berjalan berkesinambungan.
Dalam arahannya di hadapan para peserta, Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo, H. Hamka Arbie, menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan bukan sekadar serah terima dana, melainkan bagian dari skema pemberdayaan yang dikawal ketat oleh tim pendamping lapangan demi menjaga stabilitas usaha para penerima manfaat.
"Pendamping dari BAZNAS akan terus memonitoring perkembangan usaha Bapak dan Ibu secara berkala supaya roda usahanya tetap terjaga, tertib kelola, dan tidak mandek di tengah jalan," tegas Hamka Arbie.
Lebih lanjut, Hamka mengajak seluruh pelaku usaha penerima manfaat untuk memupuk rasa syukur atas amanah modal yang diterima, menjaga etos kerja, serta mendoakan kebaikan bagi para muzakki yang telah mempercayakan dana zakatnya melalui BAZNAS.
"Kunci keberhasilan usaha ini dimulai dari rasa syukur, karena insya Allah dengan bersyukur rezeki dan keberkahan usaha akan dilipatgandakan. Kami berharap ikhtiar ini mendatangkan keberkahan bagi keluarga Bapak dan Ibu sekalian. Jangan lupa selipkan doa terbaik bagi para muzakki yang senantiasa berdonasi ke BAZNAS, agar rezeki mereka lapang dan program kebaikan ini dapat menjangkau lebih banyak saudara kita yang membutuhkan," tutup Hamka.
BERITA10/09/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
Cetak Bibit Unggul Penghafal Al-Quran, BAZNAS dan LPTQ Prov Gorontalo Teken Kerja Sama Pembinaan Tilawah
BAZNAS Prov Gorontalo – Komitmen mencetak generasi qurani di bumi Serambi Madinah kian diperkuat melalui kolaborasi strategis antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Gorontalo bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Gorontalo. Sinergi ini resmi dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Optimalisasi Pembinaan Tilawah di Provinsi Gorontalo yang diselenggarakan di Kantor BAZNAS Prov Gorontalo, pada Senin (24/08/2026).
Prosesi penandatanganan naskah kerja sama tersebut diteken secara langsung oleh Ketua Umum LPTQ Provinsi Gorontalo, H. Budiyanto Sidiki, S.Sos., M.Si., bersama Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo, H. Hamka Arbie, M.H.I.
Dalam kesepakatan tersebut, BAZNAS Provinsi Gorontalo menyalurkan total dukungan pembiayaan sebesar Rp354 juta yang dialokasikan ke dalam dua klaster program prioritas. Klaster pertama difokuskan pada penyelenggaraan pembinaan khusus Tilawah, Tahfidz, dan Kaligrafi Al-Qur'an senilai Rp262 juta yang bersumber dari pos penyaluran zakat Asnaf Fisabilillah. Sementara itu, klaster kedua berupa dukungan biaya sebesar Rp92 juta yang bersumber dari dana infak untuk menopang kesiapan keikutsertaan kafilah Provinsi Gorontalo pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Nasional.
Ketua Umum LPTQ Provinsi Gorontalo, H. Budiyanto Sidiki, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan nyata BAZNAS. Menurutnya, kerja sama ini menjadi instrumen penting untuk mematangkan sistem pembinaan terstruktur demi mencetak kader hafiz, qari, serta kaligrafer berprestasi yang mampu membawa nama harum Gorontalo di kancah nasional.
Di tempat yang sama, Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo, H. Hamka Arbie, M.H.I., menegaskan bahwa pengalokasian dana zakat dan infak pada sektor pembinaan tilawah merupakan bagian integral dari amanah syariat dalam asnaf fisabilillah. Dukungan ini diharapkan dapat menjamin keberlangsungan regenerasi para penghafal dan pegiat syiar Al-Qur'an secara berkelanjutan di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.
BERITA24/08/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
Wujudkan Hunian Layak, BAZNAS Provinsi Gorontalo Resmikan Rumah Bagi Penjual Makanan di Batudaa
GORONTALO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Gorontalo kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pada Senin (10/8/2026), BAZNAS Provinsi Gorontalo secara resmi menyerahkan sekaligus meresmikan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) milik Ibu Sri Nining, seorang penjual makanan harian yang bermukim di Desa Pangadaa, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo.
Prosesi peresmian dan penyerahan kunci rumah tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian BAZNAS Provinsi Gorontalo, Ismet Tuhala. Acara tersebut turut dihadiri dan disaksikan oleh Camat Batudaa, Kepala Desa Bua beserta jajaran pemerintah desa, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Bua menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian BAZNAS Provinsi Gorontalo terhadap warganya. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa beserta seluruh elemen masyarakat akan selalu bersinergi dan mendukung penuh setiap program kemanusiaan yang diusung oleh BAZNAS demi kesejahteraan bersama.
Senada dengan hal tersebut, Camat Batudaa menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS Provinsi Gorontalo dan seluruh muzaki maupun donatur. Menurutnya, kepercayaan para donatur dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS telah memberikan dampak nyata dan senantiasa menjadi harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Melalui program RLHB ini, BAZNAS Provinsi Gorontalo berharap bantuan hunian yang aman dan nyaman tersebut dapat memberikan keberkahan, meringankan beban hidup Ibu Sri Nining, serta memacu semangatnya dalam menjalankan usaha sehari-hari.
BERITA12/08/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
Tepis Isu Miring dan Paparkan Capaian Semester I, BAZNAS Provinsi Gorontalo Tegaskan Penyaluran Bantuan Ketat dan Transparan Saat RDPU Bersama DPRD
GORONTALO, BAZNAS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas, transparansi, dan objektivitas penyaluran zakat, infak, dan sedekah. Seluruh program bantuan kepada masyarakat dipastikan berjalan sesuai prosedur operasional standar (SOP) dan melalui tahapan verifikasi yang ketat, baik untuk pemohon perorangan maupun usulan berbasis institusi.
Hal tersebut ditegaskan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo yang berlangsung di ruang rapat Komisi IV, Senin (27/07/2026). Agenda utama rapat ini mencakup pemaparan kinerja dan capaian BAZNAS Provinsi Gorontalo Semester I Tahun 2026, sekaligus memberikan klarifikasi resmi atas berbagai isu yang berkembang di publik terkait pemotongan zakat dan indikasi politisasi bantuan.
Rapat strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo, Hamka Arbie, S.Ag., M.H.I., bersama jajaran Pimpinan, yakni Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan H. Hasan T. Aja, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian Ismet Tuhala, Wakil Ketua III Bidang Pelaporan dan Keuangan Irfan Akadji, serta Wakil Ketua IV Bidang Administrasi H. Marzuki Pakaya.
Menjawab isu mekanisme bantuan, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Gorontalo, Ismet Tuhala, menjelaskan bahwa penyaluran dana zakat terbagi secara tertib dalam dua jalur. Pertama, jalur perorangan yang mewajibkan pemohon membawa dokumen kependudukan lengkap serta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari pemerintah desa atau kelurahan, di mana seluruh prosesnya kini telah didukung sistem administrasi terintegrasi. Kedua, jalur institusional yang disalurkan melalui koordinasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Koperasi dan UMKM, serta BKKBN, khususnya dalam mendukung program percepatan penanganan stunting di daerah.
Integritas BAZNAS dari pusaran politik juga ditegaskan oleh Wakil Ketua IV, H. Marzuki Pakaya. Ia secara tegas membantah anggapan bahwa penyaluran bantuan BAZNAS ditunggangi kepentingan politik praktis. Penyaluran bantuan murni didasarkan pada pemenuhan kelayakan administrasi dan faktual di lapangan.
"Kalau desa atau kelurahan mengeluarkan surat keterangan bahwa yang bersangkutan memang layak dibantu, tentu kami proses. Namun, jika syarat administratif dasar seperti surat tersebut tidak ada, kami memastikan tidak bisa memproses permohonan tersebut. Jadi semua berbasis aturan, bukan politik," tegas Marzuki Pakaya.
Sementara itu, merespons isu miring mengenai pemotongan zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dianggap belum mencapai nisab, Wakil Ketua I H. Hasan T. Aja memberikan penjelasan teknis. Ia menegaskan bahwa BAZNAS Provinsi Gorontalo menjalankan pemotongan zakat berdasarkan payung hukum yang sah, yakni Peraturan Gubernur Nomor 49 Tahun 2019. Dalam regulasi tersebut, akumulasi pendapatan ASN dihitung gabungan dari gaji pokok beserta tunjangan kinerja atau pendapatan dan jasa, bukan semata-mata gaji pokok.
"Jika hanya menghitung gaji pokok, mungkin memang belum mencapai batas nisab. Namun, akumulasi pendapatan mencakup tunjangan dan penghasilan lainnya. Adapun bagi ASN yang pendapatannya belum memenuhi kriteria nisab, alokasi dana tersebut secara otomatis dialihkan sebagai akumulasi infak dan sedekah," terang Hasan.
Sebagai bukti penutup atas akuntabilitas tata kelola keuangan, Wakil Ketua III Irfan Akadji menyampaikan bahwa BAZNAS Provinsi Gorontalo berhasil mempertahankan akuntabilitas publik dengan merengkuh opini audit tertinggi.
"Beberapa bulan lalu BAZNAS Provinsi Gorontalo telah selesai diaudit oleh KAP (Kantor Akuntan Publik) independen. Alhamdulillah, hasil audit laporan keuangan kami kembali meraih predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Ini bukti nyata bahwa dana zakat masyarakat dikelola secara transparan dan berstandar keuangan nasional," tutup Irfan.
BERITA28/07/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
Respons Cepat Bencana, BAZNAS Prov Gorontalo Salurkan Bantuan Natura untuk Korban Kebakaran di Ipilo
Gorontalo - BAZNAS Provinsi Gorontalo bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat logistik (natura) kepada korban bencana kebakaran di Kompleks Masjid Al-Ikhwan, Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Senin (13/07/2026).
Langkah taktis ini diambil guna memulihkan kebutuhan dasar pangan dan perlengkapan harian keluarga Adam Luawo (58) pascamusibah yang menghanguskan tempat tinggal mereka.
Bantuan diserahkan langsung di lokasi oleh Wakil Ketua IV Bidang Administrasi dan Umum BAZNAS Provinsi Gorontalo, H. Marzuki Pakaya, kepada korban yang bekerja sebagai buruh lepas/pemulung tersebut. Kebakaran hebat yang terjadi pada Sabtu (11/07/2026) siang itu menghanguskan seluruh bangunan rumah beserta isinya dengan taksiran kerugian material mencapai Rp100 juta, namun dipastikan tidak ada korban jiwa.
"Penyaluran bantuan natura ini merupakan wujud respons cepat kemanusiaan dari dana zakat untuk kedaruratan bencana. Kehadiran BAZNAS Provinsi Gorontalo di lapangan hari ini adalah komitmen untuk memastikan bahwa korban terdampak tidak sendirian, kebutuhan pangan dasar mereka aman, serta menjadi langkah awal penanganan berkelanjutan bagi mustahik yang tertimpa musibah," tegas Marzuki Pakaya.
BERITA13/07/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
Momentum Lebaran Anak Yatim, BAZNAS Provinsi Gorontalo Unjuk Nyata Program Pemberdayaan Senilai Rp1 Miliar
GORONTALO, (BAZNAS) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Gorontalo secara nyata terus menunjukkan komitmennya dalam menguatkan perekonomian umat di wilayah Gorontalo. Momentum ini terlihat jelas dalam kegiatan Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas yang mengusung tema “Menebar Maslahat, Menguatkan Umat”. Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Provinsi Gorontalo tersebut berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Putra Mandiri, Gorontalo, pada Kamis (25/6/2026)
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Provinsi Gorontalo menyalurkan bantuan berupa uang tunai kepada anak yatim dan penyandang disabilitas yang diserahkan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo H. Hamka Arbie.
Agenda ini turut dihadiri dan disaksikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo yang diwakili oleh Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, H. Asrul Lasapa, serta Ketua Yayasan Putra Mandiri, Raden Sahi
Di sela-sela sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo H. Hamka Arbie memaparkan akuntabilitas pengelolaan dana publik dengan menyampaikan total realisasi bantuan yang telah digulirkan BAZNAS sebesar Rp1 miliar. Alokasi dana tersebut disebarkan ke dalam berbagai program strategis, yang meliputi program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar Rp658 juta, program Ekonomi Produktif sebesar Rp216 juta, pembangunan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) senilai Rp125 juta, bantuan layanan Kesehatan sebesar Rp134 juta, serta sektor Pendidikan sebesar Rp83,5 juta. Selain itu, dialokasikan pula bantuan modal usaha bagi pengemudi bentor senilai Rp75 juta
Ketua BAZNAS menjelaskan bahwa penyampaian program-program ini sangat mendasar agar masyarakat semakin mengenal luas dan memahami berbagai dimensi program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan oleh BAZNAS. Salah satu contoh nyata yang dipaparkan adalah bantuan penggantian kepala bentor yang sudah tidak layak pakai bagi 10 orang pengemudi. Setelah mendapatkan intervensi bantuan serta proses evaluasi dan pengarahan intensif selama dua bulan, saat ini seluruh penerima manfaat tersebut secara sadar telah mulai rutin menyisihkan sebagian penghasilannya untuk berinfak kembali melalui BAZNAS
“Transformasi dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pemberi zakat) memang bukanlah perkara yang gampang, tetapi hal itu terus kami lakukan secara bertahap. Harapan besar kami, mudah-mudahan para mustahik yang telah menerima bantuan ini usahanya dapat terus meningkat secara signifikan, sehingga ke depan mereka mampu mandiri dan berbalik menjadi orang yang berinfak maupun berzakat di BAZNAS,” ujar Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo.
Mengakhiri penyampaiannya, Ketua BAZNAS menegaskan kepada publik bahwa sumber dana yang dikelola oleh BAZNAS sama sekali bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Seluruh dana tersebut murni bersumber dari para muzaki yang memiliki kelebihan harta, yang kemudian secara patuh mengeluarkan kewajiban 2,5 persen untuk disalurkan ke BAZNAS. Dari dana kolektif itulah, BAZNAS kembali mendistribusikannya secara tepat sasaran kepada para mustahik yang berhak menerima bantuan sebagai wujud nyata dari upaya kerja keras BAZNAS dalam menyejahterakan umat
BERITA26/06/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
Padukan Dana Zakat dan Swadaya Masyarakat, BAZNAS Gorontalo Rampungkan Rumah Layak Huni di Tabongo
Gorontalo - BAZNAS Provinsi Gorontalo menyerahkan bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) yang siap ditempati oleh Ibu Nuning Isa di Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Selasa (23/06/2026).
Program ini sukses mentransformasi hunian prasejahtera menjadi rumah permanen yang sehat demi menjamin kenyamanan dan peningkatan kualitas hidup penerima manfaat.
Pembangunan Rumah Layak Huni ini ditopang oleh stimulan dana zakat BAZNAS sebesar Rp25 juta yang kemudian digenapkan oleh solidaritas swadaya masyarakat hingga mencapai Rp20 juta.
Penyerahan kunci dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo H. Hamka Arbie bersama Wakil Ketua II Bidang Pendistiburisan, Ismet Tuhala, serta jajaran pemerintah desa setempat di lokasi bangunan.
"Kolaborasi anggaran senilai total 45 juta rupiah ini menjadi bukti nyata kuatnya gotong royong antara lembaga zakat dan masyarakat desa.
Kami berharap hunian baru yang layak dan sehat ini tidak hanya memberikan perlindungan fisik bagi Ibu Nuning, tetapi juga menjadi modal awal yang memicu semangat baru untuk meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga," tegas Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo.
BERITA23/06/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
Entaskan Rumah Tidak Layak, BAZNAS Prov Gorontalo Berikan Hunian Sehat dan Aman untuk Keluarga Raipa
Gorontalo - BAZNAS Provinsi Gorontalo resmi menyerahkan bantuan Rumah Layak Huni BAZNAS(RLHB) untuk keluarga Ibu Raipa S. Achir di Dusun Dunggala, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Senin (22/06/2026).
Program intervensi hunian ini sukses mentransformasi rumah tidak layak milik warga prasejahtera menjadi tempat tinggal permanen yang memenuhi standar sanitasi dan kesehatan.
Penyerahan kunci dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo H.Hamka Arbie didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian, Ismet Tuhala, serta jajaran pemerintah desa setempat.
Pembangunan RLH ini dirancang sebagai basis pemulihan kesejahteraan keluarga, mulai dari perbaikan pola hidup, jaminan kesehatan, hingga ruang untuk membuka peluang ekonomi rumah tangga yang lebih baik.
"Hunian yang aman adalah fondasi utama bagi kesejahteraan mustahik. Kami berharap rumah baru ini tidak hanya menjaga kesehatan fisik keluarga Ibu Raipa, tetapi juga menjadi pemantik utama bagi mereka untuk bangkit, berdaya, dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga dari lingkungan yang baru ini," tegas Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo.
BERITA23/06/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
BAZNAS Gorontalo Berikan Modal dan Pembinaan Usaha untuk 36 Mustahik Produktif
Gorontalo - BAZNAS Provinsi Gorontalo resmi menyalurkan bantuan modal usaha sekaligus menggelar Latihan Dasar Kelompok (LDK) bagi 36 mustahik dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo di Aula BAZNAS Provinsi Gorontalo pada Kamis (19/06/2026)..
Langkah ini diambil untuk memastikan para pelaku usaha mikro tidak hanya menerima dana, tetapi juga memiliki kapasitas mental dan strategi bisnis yang kuat melalui program ekonomi produktif.
Kegiatan pembinaan, motivasi, dan penguatan manajemen usaha ini dipimpin langsung oleh Ketua bersama Wakil Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo. Melalui program terintegrasi ini, kelompok usaha binaan ditargetkan mampu mengelola modal secara mandiri dan bertahap naik kelas menjadi muzaki (pemberi zakat) di masa depan.
"Kami berkomitmen memastikan modal usaha yang bersumber dari dana zakat ini tidak habis begitu saja. Lewat LDK ini, kami memberikan intervensi edukasi terukur agar 36 pelaku usaha ini terpacu untuk mandiri, mengelola bisnis dengan profesional, hingga berhasil naik kelas dari status mustahik menjadi munfik," tegas Hamka Arbie.
BERITA19/06/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
BAZNAS Gorontalo Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni untuk Hariyati Uloli
GORONTALO,– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Gorontalo resmi menyerahkan bantuan Rumah Layak Huni (RLH) kepada Hariyati Uloli, warga Desa Moutong, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (17/06/2026).
Bantuan ini diberikan mengingat sebelumnya yang bersangkutan belum memiliki rumah sendiri dan hanya memiliki pondasi bangunan, serta terpaksa tinggal di hunian yang berukuran kecil.
Penyerahan kunci rumah dilakukan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo, H. Hamka Arbie, bersama Kepala Desa Moutong di lokasi bangunan baru tersebut.
Pembangunan rumah ini diselesaikan melalui skema kolaborasi anggaran. BAZNAS Provinsi Gorontalo menyalurkan stimulan dana zakat sebesar Rp25 juta untuk memulai pembangunan di atas pondasi yang ada. Selanjutnya, dana Swadaya masyarakat dana tambahan senilai Rp15 juta hingga seluruh bangunan rampung secara permanen.
Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo, H. Hamka Arbie menegaskan bahwa intervensi ini merupakan bagian dari program prioritas BAZNAS untuk memastikan warga prasejahtera mendapatkan hunian yang memenuhi standar kesehatan.
"Ibu Hariyati ini sebelumnya belum mempunyai rumah dan baru ada pondasinya saja, sehingga selama ini mereka harus tinggal di rumah yang berukuran kecil. Alhamdulillah, melalui bantuan BAZNAS sebesar 25 juta rupiah yang ditambah swadaya masyarakat sebesar 15 juta rupiah, hari ini hunian yang layak sudah selesai dibangun," kata Hamka Arbie.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Moutong menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan bantuan yang dikucurkan oleh BAZNAS Provinsi Gorontalo. Menurutnya, stimulan dari BAZNAS menjadi penggerak utama bagi warga desa untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pengumpulan dana swadaya.
Melalui penyerahan bantuan ini, BAZNAS Provinsi Gorontalo berharap rumah layak huni tersebut dapat langsung dimanfaatkan oleh keluarga penerima serta menjadi stimulan peningkatan kesejahteraan keluarga dhuafa di Kabupaten Bone Bolango
BERITA18/06/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
Sambut Tahun Ajaran Baru, BAZNAS Gorontalo Pastikan Pelajar Kurang Mampu Berbekal Peralatan Sekolah Baru
GORONTALO – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Gorontalo resmi menjalin kemitraan strategis dengan CV Mufidah Gorontalo guna memperluas akses dan mutu pendidikan daerah. Komitmen bersama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengadaan 1.000 paket belajar bagi siswa-siswi SMA dan SMK dari keluarga dhuafa, Senin (08/06/2026).
Prosesi penandatanganan kesepakatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor CV Mufidah Gorontalo, yang dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo, H. Hamka Arbie, bersama Pimpinan CV Mufidah Gorontalo.
Kemitraan ini diinisiasi sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus tanggung jawab bersama dalam memitigasi angka putus sekolah akibat kendala ekonomi. Melalui pengadaan 1.000 paket belajar ini, kedua belah pihak berkomitmen penuh untuk membantu pemenuhan kebutuhan perlengkapan sekolah mendasar bagi para pelajar prasejahtera di wilayah Provinsi Gorontalo menjelang tahun ajaran baru.
Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo, H. Hamka Arbie, menegaskan bahwa intervensi ini sengaja dikejar sebelum kalender akademik dimulai. Langkah ini diambil untuk memastikan aspek psikologis dan kesiapan belajar para siswa dari keluarga tidak mampu tetap terjaga.
Sinergi korporasi bersama lembaga zakat ini diharapkan mampu memantik kesadaran sektor swasta lainnya di Gorontalo untuk turut mengintegrasikan program tanggung jawab sosial mereka ke dalam sektor pendidikan, demi melahirkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing.
BERITA08/06/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
Jelang Iduladha, PT Karsa Utama Lestari Percayakan Penyaluran 500 Sak Beras Melalui BAZNAS Gorontalo
GORONTALO – Memasuki momentum menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, PT Karsa Utama Lestari Gorontalo kembali mengandeng Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Gorontalo dalam merealisasikan program tanggung jawab sosial perusahaan. Kolaborasi kemanusiaan ini diwujudkan melalui pendistribusian bantuan pangan berupa 500 sak beras berukuran 5 kilogram kepada masyarakat prasejahtera, Senin (25/05/2026).
Aksi pemenuhan kebutuhan dasar ini menyasar ratusan kepala keluarga yang tersebar di lima wilayah strategis Kabupaten Gorontalo, meliputi Desa Dungalio, Desa Ilomangga, Desa Barakati, Desa Padengo, dan Desa Dunggala.
Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo, H. Hamka Arbie, didampingi jajaran Wakil Ketua serta kepala desa setempat, turun langsung memimpin proses penyerahan bantuan di lapangan guna memastikan seluruh logistik terdistribusi secara akurat dan tepat sasaran.
Dalam penyampaiannya, H. Hamka Arbie mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan kontribusi berkelanjutan dari Direktur PT Karsa Utama Lestari, H. Jaenal Mappe, yang secara konsisten meletakkan basis kepercayaan penyalurannya kepada pihak BAZNAS Provinsi Gorontalo.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak H. Jaenal Mappe atas kepercayaan yang kembali didelegasikan kepada BAZNAS. Kerja sama ini merupakan bentuk nyata komitmen korporasi dalam merespons kebutuhan sosial masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan," ujar Hamka Arbie.
Lebih lanjut, pimpinan BAZNAS Gorontalo tersebut menegaskan harapan agar bantuan beras ini mampu memitigasi lonjakan kebutuhan pokok serta menjaga ketahanan pangan tingkat rumah tangga menjelang hari raya kurban. Sinergi ini juga diharapkan dapat menjadi role model bagi pelaku industri dan sektor swasta lainnya di wilayah Gorontalo untuk mengintegrasikan program kepedulian sosial mereka melalui lembaga pengelola zakat resmi demi daya jangkau yang lebih luas dan terukur.
BERITA25/05/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
Sinergi BAZNAS Provinsi Gorontalo dan Pemprov Gorontalo Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk 354 Pelaku UMKM
GORONTALO – BAZNAS Provinsi Gorontalo kembali menyalurkan bantuan modal usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangka penguatan ekonomi kerakyatan. Program yang berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo ini difasilitasi oleh Bank SulutGo dan diselenggarakan di halaman Kantor Bank SulutGo Cabang Kabupaten Gorontalo pada Kamis (21/05/2026).
Sebanyak 354 pelaku UMKM dari dua wilayah, yakni Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara, ditetapkan sebagai penerima manfaat. Dalam penyaluran ini, masing-masing pelaku usaha menerima bantuan modal sebesar Rp1.200.000 guna mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha kecil mereka.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Gorontalo, Idha Syahidah Rusli Habibie, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi BAZNAS dalam mengintervensi kemiskinan melalui sektor produktif. Beliau berharap para pelaku UMKM dapat memanfaatkan dana stimulus ini dengan bijak demi meningkatkan pendapatan keluarga dan menggerakkan ekonomi daerah.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo, H. Hamka Arbie, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari pemanfaatan dana zakat yang produktif. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar para pelaku usaha kecil tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas dan mandiri secara ekonomi di masa depan.
Agenda strategis ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pimpinan Bank SulutGo Cabang Limboto, serta jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Gorontalo. Kehadiran berbagai pihak ini memperkuat komitmen bersama dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan zakat yang tepat sasaran.
BERITA22/05/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo
Dukung Indonesia Emas 2045, BAZNAS dan BKKBN Provinsi Gorontalo Jalin Kerja Sama Strategis Tekan Kemiskinan dan Stunting
GORONTALO – Ketua BAZNAS Provinsi Gorontalo, H. Hamka Arbie, bersama jajaran Wakil Ketua menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Kemendukbangga, Senin (04/05/2026). Pertemuan ini dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BAZNAS Provinsi Gorontalo dan BKKBN Perwakilan Provinsi Gorontalo sebagai langkah konkret mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Mengusung tema “Transformasi Kemendukbangga Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”, kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam menyelaraskan langkah lintas sektor untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Acara ini turut disaksikan langsung oleh Gubernur Gorontalo, H. Gusnar Ismail, serta Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, H. Effendi Korompot.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Gorontalo H. Gusnar Ismail memaparkan perkembangan indikator kesejahteraan di wilayahnya. Ia mengungkapkan bahwa persentase kemiskinan pada tahun 2025 telah berhasil ditekan dan mengalami penurunan sebesar 1,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski menunjukkan tren positif, angka tersebut diakui masih berada di atas rata-rata nasional yang menyentuh angka 8,25 persen.
Selain kemiskinan, penurunan juga terjadi pada prevalensi stunting. Namun, Gubernur menekankan bahwa capaian tersebut masih memerlukan kerja keras kolektif karena masih cukup jauh dari rata-rata nasional sebesar 19,8 persen. Penandatanganan MoU antara BAZNAS dan BKKBN ini diharapkan mampu mempercepat intervensi terhadap masalah kemiskinan ekstrem dan stunting melalui pendayagunaan zakat yang lebih terarah dan kolaboratif di Provinsi Gorontalo.
BERITA04/05/2026 | Humas Baznas Provinsi Gorontalo

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Gorontalo.
Lihat Daftar Rekening →